PANCASILA
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam
5. permusyawaratn/perwakilan
6. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
TRISATYA
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
- Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila
- Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat
- Menepati Dasadarma
DASA DARMA PRAMUKA
1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Cinta alam dan kasih saying sesame manusia
3. Patriot yang sopan dan kesatria
4. Patuh dan suka bermusyawarah
5. Rela menolong dan tabah
6. Rajin trampil dan gembira.
7. Hemat cermat dan bersahaja
8. Disiplin, berani dan setia
9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan
PENGGALANG RAMU
UMUM
- Selalu taat menjalankan ibadah agamanya secara pribadi ataupun berjamaah
- Dapat mengetahui dan menjelaskan hari - hari besar agama di Indonesia
- Dapat menyebutkan agama-agama yang ada di Indonesia serta nama tempat ibadahnya.
1. Islam
- Dapat melakukan mandi wajib dan mengerti penyebabnya
- Dapat melakukan sholat berjamaah
- Dapat menghafal 5 macam doa harian dan 5 macam surat - surat pendek.
1. Katholik
- Dapat berdoa Rosario, dan tahu artinya
- Telah mengikuti Misa Kudus dan menjadi putera altar dan dapat menghias altar
- Dapat menyanyikan tiga macam lagu Gerejani
1. Protestan
- Dapat menyanyikan beberapa nyanyian Gereja
- Dapat menceritakan dua macam hikayat dari Alkitab
- Dapat melakukan doa sederhana pada kesempatan tertentu
- Dapat menyebutkan hari-hari Raya Kristiani.
1. Hindu
- Dapat melafalkan dan mengerti arti dari bait masing-masing mantram puja Tri Sandhya dan melaksanakannya/praktik dalam kehidupan sehari-hari
- Dapat menyebutkan nama-nama para Maha Rsi penerima Wahyu
- Dapat menyebutkan nama-nama pura dalam cakupan Sad Kahyangan
- Dapat menyebutkan tokoh-tokoh dalam epos cerita Mahabharata dan Ramayana
- Dapat menguraikan arti dan makna kata Tatwamsi
- Dapat menguraikan dan menjelaskan fase kehidupan dalam ajaran Catur Asrama
- Dapat mempraktikkan satu gerakan Yoga Asanas.
1. Buddha
- Dapat menjelaskan arti/makna simbol yang terdapat di Altar Buddha
- Dapat menyanyikan lagu Pancasila Buddhis
- Dapat melakukan dana paramita
2. Dapat menjelaskan tentang emosi
3. Dapat menyampaikan pendapat dengan baik dalam suatu pertemuan Pasukan Penggalang.
4. Dapat mengetahui dan menjelaskan manfaat dari penghijauan
5. Dapat mengetahui dan memahami tentang hak perlindungan anak.
6. Ikut serta dalam kegiatan Perkemahan Penggalang sedikitnya 2 hari, sesuai dengan standar perkemahan
7. Dapat menyebutkan tanda- tanda pengenal Gerakan Pramuka sesuai dengan golongan dan tingkatannya
8. Mengetahui nama Ketua RT hingga Lurah atau setingkatnya di tempat tinggalnya.
9. Dapat mengetahui dan menyebutkan Kode Kehormatan Pramuka Penggalang
10. Rajin dan giat mengikuti latihan Pasukan Penggalang sekurang-kurangnya 8 kali latihan berturut-turut
11. Tahu tentang: a. Salam Pramuka, b. Motto c. arti Lambang Gerakan Pramuka.
12. Dapat menjelaskan sejarah dan kiasan warna serta cara menggunakan bendera merah putih
13. Dapat menjelaskan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan sikapyang benar serta dapat menyanyikan 2 lagu wajib Nasional dan 1 lagu daerah nusantara.
14. Dapat menjelaskan tentang lambang Negara RI
15. Dapat menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar
16. Telah menabung secara rutin dan setia membayar uang iuran untuk regunya yang diperoleh dari usahanya sendiri
17. Dapat menyebutkan dan menjelaskan manfaat sedikitnya 2 jenis alat teknologi informasi modern
18. Mengenal dan memilah sampah
19. Dapat menjelaskan teknik penjernihan air
20. Dapat membuat dan menggunakan simpul mati, simpul hidup, simpul anyam, simpul tiang, simpul pangkal dan dapat menyusuk tali, membuat ikatan serta menyambung dua tongkat
21. Dapat menjelaskan kompas, menaksir tinggi dan lebar
22. Mengenal macam-macam sandi, isyarat morse dan semaphore
23. Selalu berpakaian rapi dan memelihara kesehatan dan kebersihan diri serta lingkungannya
24. Dapat baris-berbaris
25. Dapat menjelaskan Sedikitnya 3 cabang olahraga dan dapat melakukan 2 jenis cabang olah raga, salah satunya: olah raga Renang
26. Mengetahui adanya perbedaan perkembangan fisik tubuh
27. Selalu melakukan aktifitas fisik tiap hari sedikitnya 30 menit
PENGGALANG RAKIT
Umum
- Mengikuti Acara-acara keagamaan sesuai dengan agamanya
- Mengikuti acara-acara keagamaan dengan membuat laporan singkat kegiatan yang diikuti
- Dapat menjelaskan bentuk toleransi beragama antar umat beragama dilingkungannya
1. Islam
- Dapat menyebutkan, membaca dan menghafalkan serta memimpin 8 doa harian secara baik dan benar diahadapan regunya
- Dapat menceriterakan sejarah Nabi Muhammad SAW
- Selalu melaksanakan Shalat wajib dan bagi putera selslu menalsanakan Shalat Jumat.
1. Katholik
- Mengetahui siapa Kristus
- Dapat berdoa dengan kata-katanya sendiri
- Dapat menyanyikan lagu-lagu Gerejani
1. Protestan
- Mengetahui makna doa
- Dapat menguraikan beberapa nyanyian Gerejani yang dikenal
- Mengetahui pembagian Alkitab
- Dapat menguraikan secara singkat isi dari dua buku di dalam Perjanjian Baru.
1. Hindu
- Dapat melafalkan dan memahami arti bait-bait Puja Tri Sandya serta menjalankannya dalam kehidupan sehari-harii
- Dapat berperan aktif dalam setiap upacara/pelaksanaan Panca Yadnya di masyarakat
- Dapat menyebutkan dan memahami ajaran Catur Paramita
- Dapat memahami dan mempraktikan ajaran Tatwamsi seperti menerapkan sikap kasih sayang dalam kehidupan nyata, menolong mahluk yang lemah, membantu yang terkena musibah, melestarikan suaka marga satwa dan menjaga lingkungan
- Mempraktikan sikap hidup suka beramal/ berdana punia
- Dapat melafalkan dan mengkidungkan salah satu bentuk Dharma Gita
- Dapat mempraktikkan minimal tiga gerakan Yoga Asanas
- Dapat menarikan salah satu bentuk tarian sakral keagamaan Hindu (misalnya: Tari Baris, Tari Rejang, Tari Wayang Orang dan lain-lain.
- Buddha
- Dapat melakukan kebaktian baik perorangan maupun bersama-sama
- Dapat menyebutkan hari-hari raya Agama Buddh
- Dapat melakukan sikap meditasi
- Dapat menyanyikan lagu Aku Berlindung
- Dapat melakukan dana paramita
2. Dapat melaksnakan dan memimpin diskusi regu
3. Menyebutkan cirri-ciri pengendalian emosi diri.
4. Melakukan kegiatan penghijauan di lingkungannya atau didaerah lainnya serta telah menanam dan merawat tanaman penghijauan
5. Dapat menjelaskan tentang hak perlindungan anak.
6. Ikut serta dalam kegiatan Lomba Tingkat dan lomba-lomba Pramuka Penggalang, di gugusdepan dan kwartir.
7. Dapat menyebutkan tanda pengenal harian, satuan dan pakaian seragam
8. Dapat membuat struktur pemerintahan dari tingkat kelurahan/setingkatnya hingga RT di tempat tinggalnya.
9. Dapat menjelaskan norma yang terkandung dalam Satya Pramuka
10. Dapat menjelaskan norma yang terkandung dalam Darma Pramuka
11. Dapat menunjukan presentasi kehadiran selama 10 kali pertemuan secara terus menerus
12. Dapat menjelaskan dan melaksnakan cara member salam pramuka.
13. Dapat menjelsakan sejarah bendera
14. Perlakuan terhadap bendara sang merah putih
15. Memahami UU No. 24 Tahun 2009
16. Dapat menjelaskan sejarah Lagu Kebangsaan Indonesia raya
17. Perlakukan terhadap lagu Kebangsaan Indonesia Raya
18. Memahami UU No. 24 Tahun 2009
19. Dapat menjelaskan lambang Negara
20. Perlakuan terhadap lambaing Negara
21. Memahami UU No. 24 Tahun 2009
22. Selalu berbicara dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik den benar
23. Dapat membuat laporan secara tertulis dari hasil pertemuan yang diikutinya
24. Memiliki Tabungan atas nama pribadi
25. Aktif menabung secara rutin dan kontinyu
26. Dapat menunjukan keaktifannya dalam menabung diregunya.
27. Dapat mengoperasikan dan merawat salah satu teknologi informasi
28. Dapat mengolah sampah serta mempraktekan cara pengolahan sampah secara komposting
29. Dapat melakukan proses penjernihan air secara sederhana
30. Dapat membuat beberapa jenis pioneering, seperti: a. rak piring b. meja makan c. tiang jemuranmenara kaki tiga
31. Dapat menggunakan kompas dan membuat peta pita, manaksir kecepatan arus dan kedalaman
32. Dapat membuat dan menerjemahkan sandi, menerima berita dengan menggunakan bahasa morse dan semaphore
33. Selalu berpakaian rapi di setiap saat dan memelihara kesehatan dan kebersihan diri dan lingkungannya
34. Dapat memimpin regunya untuk baris berbaris
35. Tahu peraturan permainan 3 cabang yang dipilihnya
36. Dapat melakukan olahraga yang dipilihnya
37. Mengetahui cirri-ciri perubahan fisik tubuh pada dirinya
38. Mengetahui dan faham batasan norma-norma pergaulan karena perubahan fisik tubuh
39. Dapat menunjukan jadwal dan gerakan yang dilakukan setiap hari
PENGGALANG TERAP
Umum
- Taat menjalankan ibadah sesuai agamanya dan mengajak orang lain untuk beribadah
- Berperan aktif dalam penyelenggaraan kegiatan keagamaan baik dalam Gerakan Pramuka maupun di masyarakat
- Dapat mengajak teman/orang lain untuk berperilaku toleran antar umat beragama
1. Islam
- Dapat bertindak sebagai Imam dalam sholat berjamaah di perkemahan
- Dapat menghafal 10 macam doa harian dan hafal 10 macam surat pendek
- Dapat memimpin doa.
- Selalu melaksanakan Shalat berjamaah di Masjid
1. Katholik
- Tahu arti Misa Kudus, dan bagian-bagiannya yang penting
- Tahu alat-alat Misa dan warna-warna Liturgi
- Tahu hierarki Gereja
1. Protestan
- Dapat memimpin beberapa nyanyian Gerejani dalam pertemuan-pertemuan Penggalang
- Dapat memimpin doa dalam pertemuan-pertemuan Penggalang
- Dapat menjelaskan Ajaran Kasih (Lukas 10 : 27 dan Matius 22 : 37-40)
- Dapat Menjelaskan tentang dua belas pengakuan Iman Rasuli.
1. Hindu
- Dapat melafalkan dan memahami arti bait-bait dalam matram Puja Tri Sandya serta dapat dan mampu memimpin pelaksanaan persembahyangan
- Dapat menyebutkan bagian-bagian kepemimpinan Hindu dalam Asta Brata
- Dapat memahami serta menerapkan Ajaran Tri Hita Karana dalam kehidupan sehari hari
- Dapat menjelaskan pengertian dan konsep ajaran Rwa Bhineda
- Dapat menguraikan dan memahami kaitan ajaran Catur asrama dan catur Purusa Artha
- Dapat mempraktikkan minimal lima gerakan Yoga Asanas
- Dapat menarikan lebih dari satu bentuk tarian sakral keagamaan Hind
- Dapat melafalkan dan mengkidungkan salah satu bentuk Dharma Gita.
1. Buddha
- Dapat melakukan kebaktian baik perorangan maupun bersama-sama
- Dapat melakukan meditasi
- .Dapat menyanyikan lagu Malam Suci Waisak
- Dapat menyebutkan tempat-tempat suci Agama Buddha
- Dapat menceritakan silsilah keluarga Pangeran Sidharta Gotama
2. Dapat mengendalikan emosi teman sebayanya
3. Dapat memimpin pertemuan Pasukan Penggalang.
4. Sudah mengajak teman sebaya /regunya untuk melakukan kegiatan penghijauan dan memelihara di lingkungannya atau di daerah lain
5. Dapat mensosialisasikan kepada teman sebaya tentang hak perlindungan anak.
6. Telah Ikut serta dalam kegiatan Jambore/LT/kemah bakti dan sejenisnya.
7. Dapat menjelaskan tanda- tanda pengenal Gerakan pramuka.
8. Dapat menjelaskan tugas dan fungsi seorang Kepala Desa/Lurah, Camat, Bupati/Walikota.
9. Dapat mengajak anggota regu dan pasukannya untuk senantiasa mengamalkan kode kehormatan Pramuka Penggalang
10. Rajin dan giat mengikuti latihan pasukan Penggalang sekurang-kurangnya 12 kali latihan berturut-turut
11. Dapat menjelaskan dan menggunakan Salam Pramuka.
12. Dapat mengibarkan dan menurunkan bendera sang merah putih pada upacara hari-hari besar nasional atau sejenisnya
13. Dapat memimpin lagu Indonesia Raya di depan orang lain pada suatu upacara, dapat menyanyikan 4 judul lagu wajib dan 3 judul lagu daerah tempat tingalnya serta 3 macam lagu daerah lainnya
14. Dapat menjelaskan Lambang Negara RI di depan pasukan atau teman sebayanya
15. Dapat menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam pertemuan resmi.
16. Dapat menjelaskan manfaat menabung dan membayar uang iuran kepada anggota regunya/pasukan serta mengajak untuk melakukan gemar menabung
17. Dapat mengajarkan penggunaan teknologi informasi sedikitnya 2 jenis kepada teman sebaya.
18. Ikut mensosialisasikan cara pengolahan sampah.
19. Dapat mensosialisaikan cara penjernihan air
20. Dapat membuat pioneering: a. Jembatan sederhana b. Menara pandang sederhana
21. Dapat membuat peta perjalanan, peta lapangan, menjelaskan rumus menaksir: tinggi, lebar, kecepatan dan kedalaman
22. Dapat menerima dan mengirim berita dengan menggunakan bendera morse dan semaphore serta dapat membuat sandi hasil kreasi pribadi lengkap dengan kuncinya
23. Selalu berpakaian rapi di setiap saat dan menjadi contoh bagi teman-temannya untuk memelihara kesehatan dan kebersihan diri dan lingkungannya
24. Dapat memimpin dan melatih baris berbaris di pasukannya
25. Dapat melaksanakan olahraga beregu dan melakukan 3 jenis cabang olah raga serta tahu aturan permainannya; salah satunya olah raga renang
26. Dapat mengatasi adanya perubahan perkembangan fisik tubuh
27. Dapat menjelaskan manfaat dan melakukan aktifitas fisik tiap hari sedikitnya 45 menit
Selasa, 04 Oktober 2011
Si temon dan Si Pisang
Waktu kecilku dulu, seorang kakek bercerita kepadaku...begini ceritanya.
Dijaman dahulu kala, ada seorang pemuda bernama Temon yang kelakuannya bikin tertawa semua orang disekitarnya…alias L.U.C.U.……..uuuu ^_^.
Suatu saat, dalam perjalanan mencari kayu bakar, tiba-tiba terdengar
“Kluteeeek..” suara sebongkah buah pisang yang jatuh mengenai kepalanya.
“Aduuuhh…sakitttt “ rintih si temon yang kesakitan
Si Temon pun marah, kepalanya sakit tak tertahan dan kemudian tumbuhlah benjolan besar dikepalanya…..dan marahnya pun semakin berapi api,
“Pisang sialaaaan….gara-gara kamu, kepalaku penyok” kata temon
Dengan menahan rasa sakit, diapun pulang dengan membawa dendam pada pohon pisang tersebut.
Syukur, malamnya, kepalanya sudah baikan, namun perasaan bencinya tidak kunjung hilang dan berjanji akan membalas pisang tersebut. Keesokan harinya, dia membawa sebilah parang menuju tempat pisang tersebut. Sampailah ia ditempat pisang, tak menyia-nyiakan waktu, dia lalu memukul mukul pisang tersebut tanpa ampun.
"Haiyaaa, pluk pluuk….jeg..jegggg….jiaaah…..rasain kau wahai pisang sialan” kata si Temon yang dikuasai rasa marah memukul-mukul pohon pisang.
Pohon pisangpun diam tak berdaya… diam tak membalas
Setelah puas memukul pisang, dia lalu mengambil parangnya dan membacokkan ke pisang tersebut.
Dengan mudahnya si Temon menumbangkan si Pisang, diapun pulang dengan perasaan puas namun dendamnya tak kunjung hilang. Keesokan harinya, iapun melewati tempat pisang tersebut,
Alangkah terkejutnya si Temon.
"Haaaaa…kok masih hidup….! Siaaalannnnnnnn…"kata si temon yang kembali marah
Si Temon kaget dengan melihat pohon pisang yang dipotongnya kemarin mucul tunas baru. Melihat hal itu, marahnya kembali kambuh, si temon lalu memotong dan mencincang keseluruhan anggota pohon…tidak puas, ia pun membakarnya.
"Huuuuuh, rasain kau pisang sialan….hanguslah engkau jadi abu.".kata si Temon.
Seperti biasa, si Pisang pun diam tak membalas.Si Temon pulang kelelahan karena seluruh energinya ia habiskan untuk menghajar habis habisan si Pisang.
Selang seminggu, setelah ia membakar pohon pisang sampai karnya akarnya, si Temon melihat sejumlah tunas pisang tumbuh dan berkembang. Kuncup dauh berwarna hijau menghiasi tempat itu, namun lain halnya bagi si Temon, kemarahnnnya semikin menjadi…
"Haaaaaaa….itu kan…itu kan….!!
tumbuh lagi tumbuh lagi…. Awas kau pisang…sekarang saatnya aku menghancurkanmu sampai titik darah penghabisan…". kata si temon keheranan
Dicangkulnya tunas tunas pohon pisang tersebut sampai ke akar-akarnya, dikeluarkannya semua bagian pohon pisang hingga tak tersisa, lalu ia cincang habis habisan. Selanjutnya, dibuanglah pohon pisang tersebut ke tempat bekas penggalian tanah yang sepih tak berpenghuni. Ia campakkan semua bagian-bagian pohon pisang tersebut. Si Temon pun kembali pulang dan keletihan.
Jelang beberapa bulan, ketika ia dengan asyik mencari kayu bakar dan tak sadar sampai di tempat galian tersebut. Ia terkaget dan tersadar….
"Hayooooo.. apa itu yang ada di tengah-tengah bekas galian tanah? " Tanya si Temon pada dirinya sendiri
Ternyata ratusan tunas pohon pisang tumbuh dan berkembang ditempat itu. Dengan perasaan sedih…ia pun menjadi lemas tak berdaya.
Lalu si temon berkata, "aku menyerah wahai pohon pisang…".
Pelajaran yang dapat di ambil :
- Adalah si Temon, karakter yang mudah marah tidak bersabar terhadap cobaan.
Rasa dendam yang tidak kunjung hilang justru membuat ia kecapeakan dan tak bermanfaat. Justru malah merugikan dirinya dan sia sia tak bermanfaat.
- Adalah si Pisang, yang dengan sabarnya ia di hajar si Temon
Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah ini.
Wallahu A'lam
KOSTRAD (Komando Strategi dan Cadangan Angkatan Darat)
KOSTRAD (Komando Strategi dan Cadangan TNI Angkatan Darat) adalah salah satu kesatuan andalan TNI dan merupakan bagian dari Bala Pertahanan Pusat yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat. KOSTRAD memiliki pasukan berkisar antara 25.000 sampai 26.000 personil yang selalu siap untuk beroperasi atas perintah panglima TNI kapan saja.
Sejarah KOSTRADKomando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) secara resmi terbentuk pada tanggal 6 Maret 1961. Tanggal pembentukan ini didasarkan pada tanggal disahkannya cikal bakal Kostrad, yakni Korps Tentara Ke I/Cadangan Umum Angkatan Darat (Korra-I/Caduad) melalui Surat Keputusan Men/Pangad No. Mk/Kpts.54/3/1961, tanggal 6 Maret 1961.
Ide pembentukan Korra-I/Caduad berasal dari Jenderal TNI Abdul Haris Nasution, yang saat itu menjabat Kasad (Kepala Staf Angkatan Darat). Pertimbangannya adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia memerlukan adanya suatu kekuatan cadangan strategis yang bersifat mobil, siap tempur dan memiliki kemampuan lintas udara serta sanggup melakukan operasi secara sendiri-sendiri maupun dalam komando gabungan, yang setiap saat dapat dikerahkan ke seluruh penjuru tanah air untuk menghadapi segala macam tantangan, cobaan dan gangguan, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.
Cikal bakal Kostrad berasal ketika Indonesia pertama kali berurusan dengan isu kemerdekaan Irian Barat pada tahun 1960, pada tahun itu Kostrad harus melaksanakan operasi pembebasan Irian Barat (sekarang Irian Jaya), padahal kekuatannya saat itu baru mencapai 60% dari kekuatan yang ditentukan.
Sukses mengemban misi di Irian Barat, Kostrad kembali ditugaskan melaksanakan Operasi Dwikora menyusul konfrontasi dengan Malaysia pada 3 Mei 1964.
Untuk melaksanakan operasi tersebut Presiden RI waktu itu, Soekarno, memerintahkan Kostrad untuk membentuk Komando Mandala Siaga atau Kolaga yang merupakan komando gabungan. Kostrad mengerahkan dua komando tempur, yaitu Kopur I Rencong yang ditempatkan di Sumatra dan Kopur II ditempatkan di Kalimantan. Operasi Dwikora berakhir 11 Agustus 1961.
Selama masa Orde Baru, Korps baret hijau ini tidak pernah absen dari berbagai operasi militer di Indonesia, seperti G-30-S/PKI, Operasi Trisula, PGRS (Sarawak People’s Guerrilla Force) di Sarawak, PARAKU (North Kalimantan People’s Force) di Kalimantan Utara dan Operasi Seroja di Timor Timur. Kostrad juga dilibatkan pada tingkat internasional dengan diberangkatkannya pasukan Garuda di Mesir ( 1973 – 1978 ) dan Vietnam ( 1973 – 1975 ) serta dalam operasi gabungan sebagai pasukan penjaga perdamaian dalam perang Iran-Irak antara 1989 dan 1990.
Tahun 1984 Pangkostrad bertanggung jawab langsung kepada Panglima ABRI dalam operasi-operasi pertahanan dan keamanan. Sekarang ini Kostrad memiliki kekuatan pasukan sekitar 35.000 sampai 40.000 tentara dengan dua divisi infantri yaitu Divisi Satu yang bermarkas di Cilodong, Jawa Barat dan Divisi Dua yang bermarkas di Singosari Kabupaten Malang Jawa Timur. Setiap divisi memiliki brigade lintas udara dan brigade infantri.
PELANTIKAN SAKA WIRA KARTIKA RANTING KORAMIL-05/CILINCING
Jumat, 13 Mei 2011 06:25
|
Baksos HUT TNI ke-66 di Islamic Centre Jumat, 30 September 2011 19:28
Koja - Semarak peringatan ke-66 Hari TNI tahun 2011, TNI menggelar pengobatan massal di Islamic Centre ,Kec. Koja Jakarta Utara, Rabu (28/9). Dalam pengobatan gratis ini, tercatat 1.000 pasien yang terdiri dari pengobatan umum 600 orang, gigi 250 orang, khitanan 100 orang, katarak 25 orang dan operasi bibir sumbing 25 orang.
Selain itu juga diserahkan bantuan berupa 15 kursi roda dan kacamata dari yayasan Dian Mandiri yang diberikan kepada warga yang berobat sebanyak 1000 buah. Kegiatan ini juga diselingi dengan penyuluhan tentang bahayanya narkoba kepada para pemuda yang tinggal di sekitar Koja.
Menurut Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Tetty Agus Suhartono, kegiatan ini sebagai upaya memperkokoh rasa kebersamaan dan kekeluargaan guna mempererat tali silaturahim antar anggota Dharma Pertiwi, TNI dan masyarakat khususnya warga Cilincing Kec. Koja, Jakarta Utara. Dengan pengobatan ini diharapkan dapat mempercepat proses kesembuhan semua warga yang saat ini sedang sakit.
"Semoga lekas sembuh sehingga bapak-bapak, ibu-ibu dan adik-adik sekalian yang sedang sakit cepat sehat dan dapat beraktivitas kembali," kata Ketua Umum Dharma Pertiwi.
Dalam pengobatan massal tersebut, melibatkan berbagai pihak mulai tim Kesehatan TNI hingga Tim Kesehatan Pemda Jakarta Utara. Dalam kesempatan tersebut hadir Walikota Jakarta Utara H. Bambang Suigiono beserta jajaran camat dan lurah setempat. Sementara itu Komandan Kodim 0502/JU Letkol TNI R. Asep, selaku tuan rumah kegiatan tersebut merasa bersyukur telah dapat memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada masyarakat di Hari TNI yang ke 66 kali ini.
Wakil Aster Panglima TNI Brigjen TNI (Mar) Lukman Sofyan turut hadir pada kegiatan tersebut mewakili Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, juga nampak dalam rombongan Kepala Kesehatan Kodam Jaya (Kakesdam Jaya) Kolonel Ckm Dr. Untung, serta ibu-ibu Dharma Pertiwi.(Mor/Bb)
Selain itu juga diserahkan bantuan berupa 15 kursi roda dan kacamata dari yayasan Dian Mandiri yang diberikan kepada warga yang berobat sebanyak 1000 buah. Kegiatan ini juga diselingi dengan penyuluhan tentang bahayanya narkoba kepada para pemuda yang tinggal di sekitar Koja.
Menurut Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Tetty Agus Suhartono, kegiatan ini sebagai upaya memperkokoh rasa kebersamaan dan kekeluargaan guna mempererat tali silaturahim antar anggota Dharma Pertiwi, TNI dan masyarakat khususnya warga Cilincing Kec. Koja, Jakarta Utara. Dengan pengobatan ini diharapkan dapat mempercepat proses kesembuhan semua warga yang saat ini sedang sakit.
"Semoga lekas sembuh sehingga bapak-bapak, ibu-ibu dan adik-adik sekalian yang sedang sakit cepat sehat dan dapat beraktivitas kembali," kata Ketua Umum Dharma Pertiwi.
Dalam pengobatan massal tersebut, melibatkan berbagai pihak mulai tim Kesehatan TNI hingga Tim Kesehatan Pemda Jakarta Utara. Dalam kesempatan tersebut hadir Walikota Jakarta Utara H. Bambang Suigiono beserta jajaran camat dan lurah setempat. Sementara itu Komandan Kodim 0502/JU Letkol TNI R. Asep, selaku tuan rumah kegiatan tersebut merasa bersyukur telah dapat memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada masyarakat di Hari TNI yang ke 66 kali ini.
Wakil Aster Panglima TNI Brigjen TNI (Mar) Lukman Sofyan turut hadir pada kegiatan tersebut mewakili Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, juga nampak dalam rombongan Kepala Kesehatan Kodam Jaya (Kakesdam Jaya) Kolonel Ckm Dr. Untung, serta ibu-ibu Dharma Pertiwi.(Mor/Bb)
Selasa, 27 September 2011
Menpora: Pramuka Harus Siap di Garis Depan
“Bagi yang betugas di arus mudik tahun ini harus siap membantu warga yang mudik. Pramuka harus siap di garis depan,” Ujar Andi dalam upacara ‘Pencanangan Aksi Pramuka Peduli Karya Bakti Lebaran 2011′ yang diselenggarakan di stasiun Gambir kamis (25/8/2011).
Andi juga mengatakan tujuan dari diselnggarakan kegiatan ini diperuntukan untuk membina karakter para pemuda-pemudi dalam kegiatan kemanusiaan.
Kegiatan aksi pramuka peduli lebaran ini juga untuk memperingati ke 50 Tahun gerakan pramuka di Indonesia yang jatuh pada tanggal 14 Agustus lalu. (Sumber Berita: http://www.tribunnews.com)
Minggu, 04 September 2011
Film Petualangan Anak-anak “Lima Elang”
Film Petualangan Anak-anak “Lima Elang”
“Lima Elang” yang berkisah tentang persahabatan dan petualangan lima anak yang dipertemukan menjelang dan dalam suatu perkemahan besar tingkat Kwartir Daerah, bisa disebut pula sebagai kado ulang tahun dalam rangka memperingati 50 Tahun (Tahun Emas) Gerakan Pramuka. Film itu memang merupakan kerjasama antara Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka dengan SBO Films, suatu perusahaan film yang para pengelolanya telah sukses lewat sejumlah film, termasuk film “Garuda Di Dadaku”.
Bertindak selaku produser adalah Kemal Arsjad dan Salman Aristo. Yang disebut terakhir juga menulis skenario film tersebut. Sedangkan sutradaranya adalah Rudi Soedjarwo, yang sebelumnya telah sukses menelurkan 17 film layar lebar. Bertindak sebagai produser eksekutif adalah sejumlah nama, termasuk Ketua Kwartir Nasional, Prof.Dr.dr Azrul Azwar, MPH.
Setelah melalui proses persiapan cukup lama, selama sebulan penuh pada awal April 2011, dilaksanakan syuting film “Lima Elang” di sejumlah tempat. Dari pihak Kwarnas, juga ditunjuk tim supervisi teknis yang dipimpin Wakil Ketua Kwarnas, Kak Amoroso Katamsi. Sedangkan di lapangan untuk mendampingi tim produksi saat syuting berlangsung, ditunjuk Kak Berthold Sinaulan (Andalan Nasional) selaku kordinator, dengan anggota Kak Yusak Manitis (Staf Kwarnas) dan Kak Syarifah Alawiyah (Ketua Dewan Kerja Nasional).
Kak Berthold dan Kak Yusak bahkan sempat ikut syuting walaupun hanya menjadi extra (figuran), sebagai tamu dari Kwarnas yang diundang menghadiri perkemahan yang diadakan. Bahkan sang tamu akhirnya ikut juga dalam proses pencarian anak hilang. Ada anak hilang? Ya, itulah salah satu menarik dan serunya film tersebut. Nantikan dan tonton saja “Lima Elang” nantinya.
Selama proses syuting, juga cukup banyak kendala yang dihadapi. Hujan deras yang turun berkali-kali, sempat menunda syuting yang hampir sebagian besar dilakukan di alam terbuka. Belum lagi ada juga yang terkena lintah atau terkena daun tumbuhan yang menyebabkan tubuh gatal, seperti di Hutan Buru Kareumbi, yang terletak di perbatasan Kabupaten Bandung, Sumedang, dan Garut. Untunglah, kekompakan tim produksi, para talent, maupun extra, membuat pelaksanaan syuting tetap dapat diselesaikan pada awal Mei 2011.
Menurut rencana, film tersebut akan ditayangkan pada akhir Agustus 2011. Dan yang pasti, bakal ada satu lagi tontonan menarik dan bermutu di Indonesia. Redaksi KN, Berthold Sinaulan/Syarifah Alawiyah
Langganan:
Postingan (Atom)
